Breaking News

Home / Daerah

Selasa, 8 September 2026 - 10:46 WIB

Dr. Munawar Ibrahim Nakhkodai ICMI Pidie Jaya, Dr. Taqwaddin ajak sumbang pikir untuk kemajuan Pidie Jaya

Mereudu – Dr. Munawar Ibrahim resmi dilantik sebagai Ketua Majelis Pengurus Daerah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Pidie Jaya periode 2026–2031. Pelantikan berlangsung Senin malam (7/9) di Aula Bappeda Pidie Jaya yang dilakukan langsung oleh Ketua ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, SJ, SE, MS.

Pelantikan tersebut menjadi momen bersejarah bagi perjalanan ICMI di Pidie Jaya. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan gagasan dan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, dengan menjadikan tradisi intelektual, nilai keislaman dan kepentingan masyarakat sebagai pijakan utama organisasi.

Panitia Pelaksana Pelantikan Teuku Syakur, S,Pd menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan para pengurus. Menurutnya, seluruh pembiayaan pelantikan bersumber dari solidaritas pengurus ICMI, sehingga kegiatan dapat terlaksana pada malam ini.

Ketua ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin, menyebut pelantikan itu sebagai momen penting dan bersejarah bagi ICMI Pidie Jaya. Ia mengingatkan para pengurus agar tidak berkecil hati meskipun Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya tidak dapat hadir dalam agenda pelantikan. Menurutnya, soliditas internal organisasi jauh lebih penting dalam menjalankan amanah kepengurusan.

“Selamat kepada Dr. Munawar Ibrahim dan seluruh pengurus ICMI Pidie Jaya periode 2026–2031,” ujar Taqwaddin, seraya berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan daerah.

Di hadapan para pengurus, Taqwaddin menggarisbawahi tiga hal fundamental yang menjadi kunci dalam menggerakkan sebuah organisasi, yakni komunikasi, konsultasi dan koordinasi. Ketiganya, kata dia, harus berjalan secara beriringan. “Kalau ini sudah lancar, yang lain tinggal ikut saja,” katanya.

Taqwaddin yang juga Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor itu menilai ICMI tidak sulit untuk dikelola karena para pengurusnya merupakan orang-orang yang telah mapan, baik dari sisi kapasitas maupun ekonomi.

Karena itu, ia berharap kemapanan tersebut tidak hanya menjadi modal pribadi, tetapi dapat ditransformasikan menjadi energi intelektual dan sosial untuk kepentingan masyarakat.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala itu juga menyebut bahwa ICMI tidak harus selalu dipimpin oleh seorang pejabat. Menurutnya, kedepan setiap kader memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk memimpin ICMI Pidie Jaya.

Lebih lanjut Kata Taqwaddin, ICMI bukan organisasi underbow pemerintah, namun juga bukan oposisi pemerintah. ICMI hadir sebagai mitra intelektual yang memberikan sumbang pikir, gagasan dan kritik konstruktif bagi pembangunan daerah.

Taqwaddin berharap ICMI Pidie Jaya dibawah kepemimpinan Dr. Munawar Ibrahim mampu menjadi rumah bagi gagasan-gagasan cendekia yang mendorong Pidie Jaya semakin maju dan berdaya saing. (**)

Share :

Baca Juga

Daerah

Daerah

Wagub Aceh Hadiri Haul ke-4 Abu Tumin, Tekankan Pentingnya Warisan Ilmu dan Akhlak

Daerah

Wagub Aceh Dek Fadh Hadiri Maulid dan Muzakarah Ulama Aceh di Aceh Timur

Daerah

Gerak Jalan Santai Semarakkan HUT RI ke-81, Sekitar 1.200 Warga Kembang Tanjong Antusias Ikuti Kegiatan

Daerah

Dek Fadh Hadiri Haul ke-38 Abu Tanoh Mirah, Ulama dan Masyarakat Bireuen Khidmat Berdoa

Daerah

Jembatan Gantung Desa Serasah Aceh Singkil yang dibangun TNI, kini Capai progres 41,50 Persen

Daerah

IWO Pidie Gelar Diskusi Publik, Jurnalis Sepakat Jaga Perdamaian dan Tangkal Hoaks 

Daerah

Camat Johan Pahlawan Tinjau Banjir Rob di Gampong Ujong Kalak dan Desa Pasir