Penulis : CMA
Nama saya Chairan MA, Umur saya 46 Tahun, Saya adalah pasien gagal Ginjal, kami sangat bangga dengan pelayanan BPJS di Aceh dimana kamu mendapat perlakuan istimewa tanpa dibeda bedakan.
Awalnya pada tahun 2018 saat pertama saya mendapat Dianoksa Dokter terkait sakit yang saya derita, saya sangat kaget dan terkejut ternyata hasil lab saya dinyatakan gagal ginjal di sebabkan kretini saya diatas 10 dimana sangat tinggi dari nilai rata rata.
Mendapati diri dengan penyakit tersebut membuat saya sangat rapuh, dimana saya ketahui kalau sakit ginjal harus menjalani perawatan Extra dan mahal, saya menyadari kalau saat itu ekonomi keluarga sungguh tidak baik dengan tabungan kosong.
Sehingga konsultasi dengan salah satu kerabat dari beliau kami mendapatkan kabar kalau segala penyakit bagi masyarakat Aceh telah di jamin oleh BPJS kesehatan karena Gubernur sudah mengalokasikan sedikit uang Otsus untuk program JKA.
Kami merasa sangat bergembira mendengar kemudahan tersebut hingga akhirnya kami memutuskan berobat dengan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) yang dibayarkan oleh BPJS
Namun sebelum itu kami sempat khawatir sebab ada berita koran yang menyatakan ada beberapa rumah sakit di luar Aceh kurang baik dalam menerima pasien BPJS, kendati masih ragu kami mencoba untuk berobat karena tidak ada pilihan lain selain harus dengan BPJS kesehatan.
” Alhamdulillah setelah kami mendatangi rumah sakit daerah,kami mendapat pelayanan sangat baik, Nakes yang ramah ditambah Dokter empati kepada kami hingga akhirnya kami mengikuti rangkaian kesehatan tersebut “..
Menjalani 2 Kali Operasi
Dari hasil citiscan dan chek kesehatan menyeluruh akhirnya di simpulkan ternyata di dua ginjal saya didapati batu ginjal yang sangat besar ukurannya, saat itu Dokter menyarankan kami untuk melakukan operasi pengangkatan batu ginjal, saya sempat Shok takut operasi tersebut memerlukan biaya besar tentu BPJS tidak mengcovernya.
Alhamdulillah kegalauan itu terjawab setelah kepala ruangan tempat saya di rawat mengatakan seluruh biaya ditanggung oleh Pemerintah melalui BPJS, mendapati informasi tersebut akhirnya kami meresa lega dan memutuskan untuk mengambil tawaran tersebut
Hingga di tahun 2018 itu saya menjalani operasi ginjal perdana di RSUDZA Banda Aceh dimana ginjal kiri saya yang dilakukan pembedahan terlebih dahulu dan dua tahun berikutnya dilakukan pembedahan kedua yang kanan di rumah sakit RSUD Meuraxa kota Banda Aceh.
Alhamdulillah kedua operasi tersebut sukses namun karena sakit yang terlalu lama maka Dokter vonis Cretenin saya tidak normal lagi dan mentok di angka 3,17 beda dari normal 0.17.
Alhamdulillah hingga kini berkat BPJS saya masih bisa bertahan dan dapat melihat pertumbuhan anak saya hingga kini duduk di bangku kelas 2 SLTP, dan setiap satu bulan sekali tetap kontrol dengan JKA dengan Fasilitas BPJS yang prima.
” Terima kasih BPJS berkat uluran kasih kamu saya dapat bertahan hingga dapat menyekolahkan anak saya”.(*)










